musyawarah adat werianggi tim patriot ui adakan fgd dengan pemangku adat kampung werianggi untuk rancang sekolah budaya marga kuweta - News | Good News From Indonesia 2026

Musyawarah Adat Werianggi, Tim Patriot UI Adakan FGD dengan Pemangku Adat Kampung Werianggi untuk Rancang Sekolah Budaya Marga Kuweta

Musyawarah Adat Werianggi, Tim Patriot UI Adakan FGD dengan Pemangku Adat Kampung Werianggi untuk Rancang Sekolah Budaya Marga Kuweta
images info

Tim Ekspedisi Patriot UI Bersama dengan Jajaran Pemangku Adat Kampung Werianggi | Dokumentasi Pribadi


Suasana hangat dan penuh semangat menyelimuti Gedung Persekutuan Marga Kuweta saat Tim Ekspedisi Patriot UI menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama para pemangku adat Kampung Werianggi.

Pertemuan ini menghadirkan tujuh tokoh kunci Marga Kuweta untuk merumuskan arah preservasi budaya lokal yang strategis. Diskusi secara intensif difokuskan pada tiga pilar utama pengembangan kawasan dan kebudayaan, yaitu perencanaan pembentukan rumah budaya, pameran kebudayaan, serta penyelenggaraan festival budaya untuk Kampung Werianggi.

​FGD ini dihadiri oleh jajaran kepemimpinan adat dari setiap perwakilan marga dan kampung adat, meliputi Ketua Dewan Adat Persekutuan Kuweta, Kepala Marga Werianggi, Kepala Marga Tatiorim, dan Kepala Marga Kurube.

Turut hadir tokoh adat Marga Werianggi dari Kampung Werianggi (Mama Suku), tokoh adat Marga Werianggi dari Kampung Tamoge, serta tokoh adat persekutuan Marga Kuweta.

Kedatangan lintas generasi dan wilayah ini menegaskan komitmen bersama dalam menjaga warisan leluhur agar tidak tergerus arus modernisasi.

​Ekspedisi Patriot merupakan program nasional di bawah Kementerian Transmigrasi yang bekerja sama dengan sepuluh perguruan tinggi di Indonesia. Program ini dirancang untuk tidak berhenti pada evaluasi kawasan, melainkan turun tangan langsung memberikan dampak nyata.

baca juga

Di Kampung Werianggi, Teluk Wondama, misi besar ini diterjemahkan salah satunya melalui kerja sama dengan para aktor lokal untuk mengembangkan community-based cultural tourism.

Kepala Marga Tatiorim, tokoh adat Marga Werianggi dari Kampung Werianggi, Kepala Marga Kurube, dan tokoh adat Marga Werianggi dari Kampung Tatiorim sedang mengikuti FGD | Dokumentasi Pribadi
info gambar

Kepala Marga Tatiorim, tokoh adat Marga Werianggi dari Kampung Werianggi, Kepala Marga Kurube, dan tokoh adat Marga Werianggi dari Kampung Tatiorim sedang mengikuti FGD | Dokumentasi Pribadi


​Di bawah kepemimpinan Dr. Rias Antho Rahmi Suharjo, S.S., S.Pd., M.A., CertDA, dari Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial UI (DPIS UI), Tim Ekspedisi Patriot UI yang beranggotakan Devita Putri Hanjari, S.Hum., Maharani Arfila, S.Hum., Sausan Fajar Alamislami, S.Sos., Pendiron Indra Enumbi, S.Pol., dan Arya Agung Siregar, S.Ag., hadir dengan fokus utama pada "Pengembangan Rumah Budaya Papua sebagai Pusat Aktualisasi Kebudayaan dan Ekosistem Pariwisata Berkelanjutan".

​Dalam forum diskusi tersebut, pembahasan berlangsung secara mendalam dan komprehensif. Tim Patriot UI bersama para tokoh adat memetakan potensi budaya yang dimiliki Kampung Werianggi, merumuskan narasi sejarah adat yang autentik, merumuskan penyusunan kamus bahasa Wamesa, hingga mendiskusikan penamaan sekolah budaya.

Diskusi juga mencakup hal-hal teknis yang perlu ditampilkan dalam pameran, pembagian tugas antarmarga, hingga saling berbagi pengalaman terkait pelaksanaan tradisi lokal.

​Tidak hanya merancang konsep dan festival, forum ini menjadi wadah untuk menyampaikan ekspektasi masing-masing dan memecahkan berbagai kendala lapangan.

Para tokoh adat dan Tim Patriot mendiskusikan tantangan keterbatasan ruang untuk kegiatan budaya serta solusi pelatihan bagi para pengajar sekolah budaya. Pendekatan ini diambil agar program yang dirancang dapat berjalan secara realistis dan berkelanjutan.

Tim Patriot UI dan pemangku adat Kampung Werianggi sedang mendiskusikan rencana kegiatan sekolah budaya | Dokumentasi Pribadi
info gambar

Tim Patriot UI dan pemangku adat Kampung Werianggi sedang mendiskusikan rencana kegiatan sekolah budaya | Dokumentasi Pribadi


​Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh seluruh pemangku adat selama kegiatan berlangsung. Para tokoh lokal sangat aktif dan terlibat langsung dalam setiap proses perencanaan.

Sikap proaktif ini sejalan dengan prinsip dasar yang diusung Tim Patriot UI, yaitu menempatkan masyarakat adat sebagai penggerak utama, sementara tim hadir sebagai fasilitator yang mendampingi proses tersebut.

''Kita harus diskusikan sama-sama dan malam ini kita (perwakilan adat) jelaskan supaya sekolah budaya kita sama-sama mengerjakan itu, dan jika pada akhirnya bapak dan ibu (Tim Patriot UI) pulang atau tinggalkan kita di sini, berarti kita bisa (sendiri) angkat kembali budaya kita untuk generasi selanjutnya. Ini adalah tugas kita untuk anak-anak kita.'' ucap Yohanis Godlief Kurube, Ketua Dewan Adat Persekutuan Marga Kuweta.

baca juga

​Keterlibatan aktif para tokoh adat menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan program di masa depan. Harapannya, setelah masa tugas Tim Ekspedisi Patriot UI di lapangan berakhir, masyarakat Kampung Werianggi dan Marga Kuweta memiliki kemandirian penuh untuk mengelola, mengoperasikan, dan mengembangkan Rumah Budaya serta agenda kebudayaan mereka secara berkelanjutan.

​Kegiatan FGD diakhiri dengan sesi menyampaikan harapan dari setiap peserta untuk masa depan kebudayaan Werianggi, diikuti dengan foto bersama seluruh tokoh adat dan Tim Patriot UI.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.