negara paling makmur di asia tenggara 2026 - News | Good News From Indonesia 2026

Negara Paling Makmur di Asia Tenggara 2026, Ada Indonesia di Dalamnya!

Negara Paling Makmur di Asia Tenggara 2026, Ada Indonesia di Dalamnya!
images info

Negara Paling Makmur di Asia Tenggara 2026, Ada Indonesia di Dalamnya! | Unsplash @Husniati Salma


Membahas daftar negara paling makmur di Asia Tenggara 2026, The Legatum Prosperity Index telah merilis laporan terbarunya yang mencakup berbagai indikator kesejahteraan secara komprehensif.

Lembaga riset berbasis di London ini tidak sekadar menilai kekayaan finansial suatu bangsa, melainkan juga menyoroti aspek kebebasan, pembangunan, hingga kekuatan hubungan sosial dalam masyarakatnya. Bagi Kawan yang gemar mengikuti data ekonomi dan sosial, pemeringkatan dari lembaga kredibel ini menjadi tolok ukur penting untuk melihat kemajuan sebuah bangsa.

Kira-kira, menurut Kawan GNFI, Indonesia saat ini berada di peringkat berapa jika disandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara? Mari kita eksplorasi bersama rincian peringkat, perolehan skor, serta analisis indikator kemakmuran apa saja yang menjadi penentu kuat dari posisi tersebut di dalam artikel ini.

baca juga

Negara Paling Makmur di Asia Tenggara, Indonesia Ranking 3

Tercatat ada sejumlah negara di kawasan Asia yang masuk dalam pemeringkatan kesejahteraan global ini. Jika dikerucutkan khusus di area Asia Tenggara, Indonesia berhasil mengamankan urutan ketiga.

Dikutip dari laporan GoodStats Data (2026) serta rilis data resmi The Legatum Prosperity Index (2026), berikut adalah tabel rincian peringkat global negara paling makmur di Asia Tenggara beserta skor indeks yang diperoleh:

No.Peringkat GlobalNegaraSkor Indeks Kemakmuran
1.23Singapura83,83
2.46Malaysia73,03
3.64Indonesia66,89
4.68Thailand65,72
5.79Filipina63,06
6.81Vietnam62,48
7.89Timor-Leste60,70
8.130Kamboja48,35
9.134Laos46,37
10.139Myanmar42,76

Dari total 161 negara yang diukur di seluruh dunia, posisi pertama dan kedua di Asia Tenggara masih kukuh dipegang oleh Singapura dan Malaysia.

Sementara itu, ranking tertinggi negara paling makmur di dunia diduduki oleh Swiss, kemudian disusul secara berturut-turut oleh Norwegia dan Irlandia. Swiss mampu meraih puncak data berkat kekuatan fondasi negaranya yang hampir tak memiliki kelemahan signifikan di berbagai pilar kehidupan.

Mengapa Negara-negara dengan Index Tinggi Bisa Makmur? Ternyata Tidak Hanya Soal GDP

Mengapa Negara-negara dengan Indeks Kesejahteraan Tinggi seperti Swiss Bisa Makmur? | Unsplash @Yura Lytkin
info gambar

Mengapa Negara-negara dengan Indeks Kesejahteraan Tinggi seperti Swiss Bisa Makmur? | Unsplash @Yura Lytkin


Sebuah bangsa dinilai makmur bukan sekadar dari besaran pendapatan domestik bruto, tetapi diukur melalui kombinasi kuat indikator kemakmuran utamanya. Penilaian Legatum Prosperity membaginya ke dalam tiga domain esensial, yakni domain pembangunan (development), kebebasan (freedom), dan hubungan sosial (society).

Domain pembangunan mencakup pilar kesehatan, kualitas pendidikan, serta standar hidup masyarakat yang terjamin. Domain kebebasan terdiri atas jaminan kedamaian sipil, kebebasan berpendapat, hingga terbukanya akses kebebasan ekonomi yang transparan.

Adapun domain sosial menaksir seberapa kuat integritas serta hubungan di dalam struktur sosial keluarga, komunitas, masyarakat sipil, hingga pertalian sipil dengan negara tempat tinggal warganya.

Masyarakat yang makmur sejatinya menggabungkan perkembangan struktural dan ekonomi yang progresif dengan jaminan kebebasan bersuara dan landasan sosial yang sangat kokoh, sehingga menciptakan kondisi ideal di mana setiap individu dapat tumbuh secara adil dan makmur.

Kesimpulan logis dari indeks ini menunjukkan bahwa negara-negara dengan indikator kemakmuran tinggi, seperti Swiss dan Singapura, dipastikan memiliki pemenuhan perolehan skor yang sangat baik di berbagai pilar tersebut.

Mengambil contoh di sektor pendidikan, Singapura mampu menorehkan angka 93,53, sedangkan Indonesia harus mengejar ketertinggalan di angka 81,99. Swiss, sebagai negara yang menempati peringkat 1 dunia, memiliki angka pendidikan yang nyaris sempurna yakni 99,04.

Pemenuhan instrumen dasar inilah yang mengantarkan negara-negara tersebut pada titik kemakmuran yang stabil.

baca juga

Apa Dampak Index Kemakmuran Ini Bagi Negara di Asia Tenggara?

Setelah mengeksplorasi daftar negara paling makmur di Asia Tenggara 2026, Kawan GNFI tentu perlu memahami bahwa data ini punya fungsi esensial.

Seperti yang diungkapkan dalam laman resmi The Legatum Prosperity Index, secara praktis, para pemimpin dunia dapat menggunakannya sebagai landasan objektif untuk merumuskan agenda pertumbuhan sekaligus memantau pembangunan sistem publik yang lebih bijaksana dan menyasar tepat pada problem masyarakat.

Angka-angka tersebut juga memberikan bahan bagi para peneliti, akademisi, hingga masyarakat umum untuk mengawal kinerja penyelenggara negara. Peneliti bisa memanfaatkannya guna melacak tren pergeseran sosial global, sedangkan penggerak komunitas lokal menjadikannya panduan taktis untuk memajukan kesejahteraan akar rumput di lingkungan mereka sendiri.

Dalam konteks domestik Indonesia saat ini, perolehan skor dan pemeringkatan tersebut bisa dikonversi menjadi instrumen evaluasi yang sangat dibutuhkan oleh beragam sektor.

Mengingat negara kita masih berhadapan dengan kompleksitas pekerjaan rumah, mulai dari mitigasi bencana gempa di wilayah NTT hingga lambatnya perbaikan dan distribusi bantuan pascabencana di kawasan Sumatera dan Aceh, hingga pemerataan pendidikan atau lumpuhnya akses pendidikan akibat bencana, indeks ini merupakan sebuah penanda kritis.

Pembenahan sistem pelayanan publik, transparansi birokrasi, penegakan hukum, hingga pemerataan fasilitas mitigasi merupakan prasyarat mutlak yang tak bisa diabaikan. Pemeringkatan internasional bukan sebatas gengsi angka, melainkan alarm agar sistem birokrasi dan infrastruktur sosial kita dapat memfasilitasi kebutuhan warga secara lebih setara, merata, dan tentunya relevan serta menjawab masalah yang dihadapi warga.

Bagi Kawan GNFI yang penasaran dan ingin terus memperluas perspektif analitis terkait pergerakan data ekonomi, tren sosiologis, dan dinamika budaya terkini, ada begitu banyak ulasan mendalam menanti Kawan di portal Good News From Indonesia.

Mari bangun kebiasaan membaca kritis dan bersama-sama merawat optimisme lewat literasi yang mengabarkan berita baik terkini!

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Allicia Dhea lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Allicia Dhea.

AD
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.