supaya hasil ikan tangkapan tak mudah rusak energi surya bisa jadi solusinya - News | Good News From Indonesia 2026

Supaya Hasil Ikan Tangkapan Tak Mudah Rusak, Energi Surya Bisa Jadi Solusinya?

Supaya Hasil Ikan Tangkapan Tak Mudah Rusak, Energi Surya Bisa Jadi Solusinya?
images info

Foto oleh Zeeshan Tejani di Unsplash


Ikan yang baru didaratkan belum selesai ditangani. Sebab, nelayan perlu memberi es, menyimpan, dan mengangkutnya sebelum ikan dijual atau diolah. Tanpa penanganan yang memadai, mutu ikan dapat menurun.

Hal serupa terjadi pada hasil perkebunan. Rumput laut perlu dikeringkan, sedangkan minyak atsiri memerlukan panas dalam proses penyulingan. Kebutuhan energi tidak berhenti pada saat hasil produksi dipanen.

Menjawab kebutuhan itu, Badan Riset dan Inovasi Nasional atau BRIN mengembangkan energi terbarukan untuk mendukung pascapanen. Teknologi yang dikaji mencakup mesin pembuat es, pengering, rantai dingin, dan fasilitas penyulingan.

Kepala Pusat Riset Teknologi Konversi Energi BRIN Tata Sutardi mengatakan sejumlah riset telah memasuki tahap hilirisasi. Salah satunya berupa pengembangan fasilitas pengering dan pembuat es berbasis energi panas matahari atau solar thermal.

Teknologi tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan pascapanen di wilayah pesisir. Mesin pembuat es dapat membantu nelayan menjaga ikan setelah ditangkap. Sementara itu, fasilitas pengering dapat digunakan untuk mengolah ikan dan komoditas lain.

Tata mengatakan pengembangan fasilitas disesuaikan dengan kebutuhan di setiap wilayah. Kegiatan percontohan telah dilakukan melalui kerja sama dengan Pertamina di Indramayu.

β€œPada beberapa topik, riset yang ada di pusat riset kami sudah memasuki tahap hilirisasi. Kami berharap hasil riset tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan memberikan dampak,” ujar Tata.

Β 

Menjaga Ikan Sebelum Dijual

Budi Yuwono dari Kementerian Kelautan dan Perikanan mengatakan energi dibutuhkan sejak ikan ditangkap hingga hasilnya diolah. Kebutuhan tersebut mencakup penyediaan es, rantai dingin, penyimpanan, dan pengolahan.

Budi juga menyoroti kehilangan hasil pascapanen pada komoditas tongkol, cakalang, tuna, dan kembung. Sejumlah lokasi produksi masih menghadapi keterbatasan pasokan listrik.

β€œEnergi adalah key factor dan juga enabler dalam pascapanen hasil perikanan. Energi terbarukan berpeluang mendukung rantai dingin, pengeringan, dan pengolahan hasil perikanan,” ujar Budi.

BRIN dan Kementerian Kelautan dan Perikanan juga mengembangkan ekosistem green marine. Pengembangan tersebut mencakup motor listrik untuk kegiatan penangkapan ikan harian dan infrastruktur pendukung.

Energi yang tersedia dari sistem tersebut berpotensi digunakan untuk membantu pengolahan hasil perikanan di sekitar wilayah produksi.

Kebutuhan energi juga muncul dalam pengolahan hasil perkebunan. Sarifah Nurjanah dari Universitas Padjadjaran menjelaskan bahwa penyulingan minyak atsiri masih banyak menggunakan kayu bakar sebagai sumber panas.

Energi panas matahari dan biomassa dari sisa produksi kemudian dikaji sebagai sumber energi untuk proses penyulingan. Pemanfaatannya disesuaikan dengan kebutuhan panas dan kondisi produksi di lapangan.

Majid Khan bin Majahar Ali dari Universiti Sains Malaysia memaparkan pengembangan pengering rumput laut hibrida berbasis energi surya. Teknologi tersebut memiliki kapasitas nominal lima ton.

Pengering itu dirancang untuk membantu proses pengeringan rumput laut dan menjaga kualitasnya. Penerapannya juga berpotensi diperluas untuk mengeringkan ikan dan tanaman herbal.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.