Kalau menemukan soal matematika yang dirasa terlalu sulit, Caleb Elias Dharmawirya memilih melewatinya.
Bukan menyerah. Siswa kelas VI SDK PENABUR Gading Serpong itu berprinsip, daripada terus-terusan membuang waktu memikirkan jawaban itu, ia lebih dulu mengerjakan soal lain yang lebih mudah. Jika soal-soal yang mampu dia kuasai telah diselesaikan, barulah Caleb kembali lagi ke soal tadi.
โSoal-soal IMSO memiliki tingkat kesulitan yang sangat tinggi, sementara waktu pengerjaannya sangat terbatas. Saat saya menemui kesulitan dalam mengerjakan suatu soal, saya akan mengerjakan soal-soal lain yang saya rasa lebih mudah terlebih dahulu, lalu baru kembali ke soal-soal yang sulit,โ ujar Caleb, seperti tertulis dalam siaran pers BPK PENABUR yang dirilis Jumat (16/10/2026).
Strategi tersebut ia gunakan saat menghadapi ketatnya waktu di The 23rd International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) 2026.
Terbukti, Caleb memboyong medali emas dari kompetisi itu.
Caleb belum berhenti setelah menyabet medali emas. Ia berencana tetap belajar matematika dan mengikuti kompetisi tingkat nasional maupun internasional.
โSaya juga akan mulai belajar mempersiapkan diri untuk mengikuti Olimpiade Sains Nasional (OSN) jenjang SMP,โ katanya.
Kompetisi dengan 400 Lebih Peserta dari 23 Negara
Caleb bertanding di The 23rd International Mathematics and Science Olympiad (IMSO). Ajang ini berlangsung pada 2-7 Oktober 2026 di Depok, Jawa Barat. Pesertanya lebih dari 400 siswa SD dari 23 negara. Caleb sukses mengungguli negara lain di kompetensi bergengsi ini.
Pencapaian Caleb tentu bukan buah dari usaha sistem kebut semalam (SKS). Diketahui, ia memang telah menggeluti matematika sejak kelas 1 SD. Sejak saat itu, ia terus melatih kemampuannya menaklukkan matematika.
Menurut Caleb, matematika punya soal yang variatif sekaligus menantang.
Dua Bulan Daring, Seminggu Tatap Muka
Nah, walaupun sudah sering berlatih mengerjakan soal matematika, Caleb tentu saja punya persiapan khusus sebelum bertanding di IMSO.
โSaya mempersiapkan diri dengan mengikuti karantina secara daring selama 2 bulan dan karantina tatap muka di Depok selama 1 minggu sebelum kompetisi dimulai. Saya juga tekun berlatih mengerjakan soal-soal past papers,โ katanya.
Ketika dikarantika, Caleb terpaksa harus meninggalkan kelas. Untungnya, pihak sekolah mendukung penuh apa yang tengah ditempuh Caleb sehingga ia tidak terbebani dengan tuntutan pelajaran.
โGuru-guru juga sangat mendukung dan membantu saya dalam mengejar materi pelajaran sekolah yang tertinggal selama saya mengikuti karantina dan kompetisi IMSO,โ tuturnya.
Apa Sebenarnya IMSO?
Kawan, sebagai informasi, IMSO adalah kompetisi tahunan bergengsi untuk siswa sekolah dasar berusia 13 tahun ke bawah. Tujuannya mendorong prestasi akademik di bidang STEM (sains, teknologi, rekayasa, dan matematika) sekaligus mempererat persahabatan antarnegara lewat pendidikan.
Penyelenggara menyebut usia SD sebagai โgolden period of educationโ, masa emas pendidikan. Oleh karena itu, mereka menilai perlu ada program yang merangsang kreativitas serta kemampuan berpikir kritis dan analitis pada anak.
Format kompetisinya juga tidak hanya mengandalkan kemampuan menghitung cepat. Pada kategori matematika, peserta menghadapi soal isian singkat, esai, hingga eksplorasi yang menuntut penalaran lebih dalam. Sementara pada kategori sains, kemampuan peserta diuji melalui soal teori dan eksperimen.
Semua soal berbasis kurikulum sekolah dasar dan dirancang untuk mengembangkan penalaran serta kreativitas. Peserta hadir berdasarkan undangan. Kali ini, beberapa negara ikut bergabung menjadi peserta, di antaranya Bangladesh, Bulgaria, Botswana, Ghana, Kazakhstan, Mongolia, Afrika Selatan, dan Amerika Serikat.
Tahun ini, IMSO kembali digelar di Indonesia olehย Kemendikdasmen bekerja sama dengan Fakultas Pendidikan MIPA dan Muhammadiyah. Sebelumnya, pada 2014 dan 2016, Indonesia juga menjadi tuan rumah kompetisi tersebut.
Sisanya, pada 2016, IMSO digelar di Thailand, 2017 di Singapura, 2019 di Vietnam, 2024 di China, dan 2025 di Malaysia.


