Kereta Api Sangkuriang langsung mencuri perhatian sejak pertama kali beroperasi pada Mei 2026. Dalam lima bulan, kereta yang melayani rute Bandung–Ketapang pulang pergi (PP) itu telah mengangkut 330.186 pelanggan. Tingginya minat masyarakat juga terlihat dari tingkat okupansi rata-rata yang mencapai 240,53 persen pada periode Juli hingga September 2026.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat, KA Sangkuriang menjadi salah satu alternatif perjalanan jarak jauh yang menghubungkan berbagai kota di Pulau Jawa. Dengan panjang lintasan mencapai 1.002 kilometer, layanan ini menghubungkan Bandung dan kawasan Priangan dengan Yogyakarta, Solo, Madiun, Surabaya, Jember, Banyuwangi, hingga Ketapang.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, tingginya jumlah pelanggan menunjukkan bahwa layanan tersebut mampu menjangkau kebutuhan perjalanan di berbagai kota sepanjang rutenya.
“KA Sangkuriang melayani perjalanan sepanjang 1.002 kilometer dengan karakter pelanggan yang beragam. Ada perjalanan dari Bandung menuju Yogyakarta atau Solo, perjalanan menuju Surabaya dan Jember, hingga pelanggan yang melanjutkan perjalanan sampai Banyuwangi. Pola ini menunjukkan perjalanan kereta tumbuh di banyak segmen kota yang dilalui,” ujar Anne.
Lima Bulan, Ratusan Ribu Pelanggan
Berdasarkan catatan KAI, jumlah pelanggan KA Sangkuriang mengalami pergerakan yang cukup tinggi selama lima bulan pertama operasionalnya.
Pada Mei 2026, kereta ini melayani 61.078 pelanggan. Angka tersebut meningkat menjadi 70.399 pelanggan pada Juni, sebelum tercatat sebanyak 67.620 pelanggan pada Juli, 68.974 pelanggan pada Agustus, dan 62.115 pelanggan pada September.
Secara keseluruhan, sebanyak 330.186 pelanggan telah menggunakan layanan tersebut sepanjang Mei hingga September 2026.
KA Sangkuriang mulai beroperasi dari Bandung pada 1 Mei 2026. Sementara itu, perjalanan dari Ketapang menuju Bandung dimulai pada 2 Mei 2026. Kehadirannya memberikan pilihan perjalanan langsung dari Jawa Barat menuju ujung timur Pulau Jawa tanpa mengharuskan penumpang berganti kereta di tengah perjalanan.
Anne menjelaskan, manfaat layanan ini tidak hanya dirasakan oleh pelanggan yang menempuh perjalanan dari stasiun awal hingga stasiun akhir. Kereta tersebut juga melayani mobilitas masyarakat di berbagai kota yang dilewatinya.
“Satu rangkaian Sangkuriang dapat melayani banyak pola perjalanan sekaligus. Pelanggan dapat naik dan turun di berbagai segmen sepanjang rute. Karena itu, manfaat layanan ini terasa pada hubungan antarkota di sepanjang lintas, termasuk untuk perjalanan keluarga, kegiatan ekonomi, pendidikan, pekerjaan, dan wisata,” kata Anne.
Okupansi Tembus 284 Persen
Tingginya minat masyarakat turut tercermin dari tingkat keterisian tempat duduk. Berdasarkan kinerja Juli–September 2026, KA Sangkuriang nomor 7044A mencatat rata-rata okupansi sebesar 240,53 persen. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi di antara kereta unggulan dari dan menuju Bandung pada periode yang sama.
Secara bulanan, okupansi kereta ini mencapai sekitar 251 persen pada Juli, 244 persen pada Agustus, dan 227 persen pada September 2026. Bahkan, ketika periode libur sekolah 2026, tingkat okupansinya sempat menyentuh 284 persen.
Meski terlihat melampaui kapasitas tempat duduk, angka tersebut bukan berarti penumpang yang berada di dalam kereta secara bersamaan melebihi jumlah kursi yang tersedia. Tingkat okupansi di atas 100 persen terjadi karena pergantian pelanggan di sepanjang perjalanan. Kursi yang ditinggalkan penumpang di satu stasiun dapat kembali ditempati pelanggan lain yang naik dari stasiun berikutnya.
“Angka okupansi tersebut memperlihatkan kuatnya perjalanan parsial. Artinya, Sangkuriang hidup sepanjang lintasnya. Pergerakan tidak terkonsentrasi pada Bandung dan Ketapang saja karena terdapat pelanggan yang memanfaatkan perjalanan antarkota pada berbagai segmen di tengah rute,” ujar Anne.
Tiga Pilihan Kelas dalam Satu Kereta
Selain menghubungkan banyak kota, KA Sangkuriang menawarkan beberapa pilihan kelas untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan jarak jauh. Dalam satu rangkaian, tersedia total 456 tempat duduk yang terdiri dari 16 tempat duduk Compartment Suites, 200 tempat duduk kelas Eksekutif, dan 240 tempat duduk Ekonomi Premium.
Kelas Compartment Suites menawarkan ruang perjalanan yang lebih privat dengan kursi yang dapat direbahkan hingga 180 derajat. Adapun kelas Eksekutif terdiri dari empat kereta dengan kapasitas masing-masing 50 tempat duduk, sedangkan Ekonomi Premium memiliki tiga kereta dengan kapasitas masing-masing 80 tempat duduk.
“Ada pelanggan yang menempuh perjalanan antarkota beberapa jam, ada pula yang melakukan perjalanan panjang hingga Jawa Timur. Kami menyediakan pilihan kelas dalam satu rangkaian agar pelanggan dapat menyesuaikan perjalanan dengan kebutuhan dan preferensinya,” kata Anne.
KAI menilai capaian 330 ribu pelanggan dalam lima bulan pertama menjadi gambaran potensi mobilitas antarkota yang dapat tumbuh melalui konektivitas kereta api. Dengan menghubungkan berbagai pusat kegiatan masyarakat dan destinasi wisata, KA Sangkuriang diharapkan terus memperluas pilihan perjalanan dari Bandung menuju wilayah selatan dan timur Pulau Jawa.
“330 ribu pelanggan dalam lima bulan memberi gambaran bahwa satu layanan kereta dapat menggerakkan banyak perjalanan antarkota sekaligus. Sangkuriang membawa Bandung lebih dekat dengan kota-kota di sepanjang selatan dan timur Jawa, sekaligus membuka lebih banyak pilihan bagi masyarakat untuk bepergian dan menjelajahi berbagai destinasi dengan kereta api,” tutup Anne.


