mengatasi karhutla dengan water bombing mengebom dengan air untuk melawan api - News | Good News From Indonesia 2026
3/4

Mengatasi Karhutla dengan Water Bombing, "Mengebom" dengan Air untuk Melawan Api

Mengatasi Karhutla dengan Water Bombing, "Mengebom" dengan Air untuk Melawan Api
images info

SHUTTERSTOCK.com/AKHMAD FAUZI NURULHAMZAH


Water bombing dan operasi modifikasi cuaca menjadi salah satu cara untuk mempercepat penanganan karhutla, selain melalui jalur darat. Pemerintah menyiapkan Satgas Udara yang didukung kombinasi helikopter patroli, armada OMC, dan helikopter water bombing untuk menangani karhutla di berbagai wilayah.

Pada 22 Agustus 2026, BNPB mencatat tiga helikopter water bombing di Kalimantan Selatan melakukan total 384 kali penjatuhan air. Tiga unit tersebut terdiri atas AS322C1 Super Puma, MI-8AMT, dan Sikorsky Black Hawk. Total air yang dijatuhkan mencapai sekitar 1,536 juta liter.

Di Riau, BNPB pada awal September 2026 menyiagakan lima helikopter water bombing. Hingga 4 September, luas lahan terbakar di provinsi tersebut sejak awal tahun tercatat sekitar 18.882,16 hektare. Sementara di Sumatera Selatan, tujuh helikopter water bombing dikerahkan bersama ribuan personel gabungan. Operasi udara diprioritaskan pada api besar, kawasan gambut dalam, serta lokasi yang berpotensi mengalami penyebaran cepat.

Helikopter Super Puma bercat putih dengan kode registrasi C-FPUM jadi salah satu yang bertugas menyelesaikan misi pemadaman api. Helikopter ini dikirim khusus untuk menjatuhkan air dari udara, ke titik-titik api yang tidak bisa dijangkau lewat darat.

Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah mengeluarkan surat resmi tertanggal 11 September 2026. Dalam surat itu disebutkan, helikopter water bombing tipe Super Puma AS332L milik PT Dominic Asasta Aviasi itu harus sudah direposisi ke Pangkalan Bun paling lambat 12 September 2026.

Dalam rapat koordinasi di Posko Induk Penanganan Karhutla, Jumat 11 September 2026 malam, Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Hj. Nurhidayah, membeberkan mengapa water bombing jadi prioritas.

"Operasi udara nantinya akan diprioritaskan pada lokasi-lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat, sehingga pemadaman dapat dilakukan secara lebih cepat dan efektif," kata Nurhidayah.

Salah satu titik paling dikhawatirkan berada di Taman Nasional Tanjung Puting. Medannya berawa, jauh dari akses jalan, dan penuh gambut. Titik lain ada di ruas Jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama Km 20, tempat api mulai merambat ke arah Hutan Kemasyarakatan (HKM) Danau Masoraian—kawasan yang punya nilai ekologis sekaligus berada di jalur transportasi warga. Untuk itu, penanganan lewat udara dengan cara water bombing menjadi opsi yang paling mungkin untuk dilakukan.

Apa Itu Water Bombing?

Water bombing adalah teknik pemadaman kebakaran menggunakan helikopter atau pesawat yang membawa air dalam jumlah besar. Biasanya air dilepaskan lewat tangki di badan pesawat atau kantong air (bucket) yang digantung di bawahnya lalu dijatuhkan tepat di atas titik api. Teknik ini jadi pilihan ketika mobil pemadam dan tim darat tidak bisa masuk karena medan berawa, hutan lebat, atau lahan gambut yang labil.

Operasi ini dimulai dari pengumpulan informasi mengenai titik api. Data tersebut bisa berasal dari patroli udara, pemantauan titik panas, laporan lapangan, maupun informasi dari satuan tugas yang berada di darat. Helikopter kemudian diarahkan ke lokasi prioritas.

Sesampainya di area kebakaran, pilot perlu mempertimbangkan kondisi penerbangan dan posisi api sebelum melakukan penjatuhan air. Kondisi angin, asap, jarak pandang, medan, serta keberadaan objek di sekitar lokasi menjadi faktor penting.

Setelah air dijatuhkan, helikopter tidak serta-merta selesai bertugas. Unit tersebut harus kembali mengambil air dan mengulangi proses jika kondisi masih membutuhkan penanganan. Karena itu, sumber air menjadi salah satu faktor penting dalam operasi water bombing.

BNPB mencatat keterbatasan sumber air sebagai salah satu tantangan operasi udara dalam penanganan karhutla di Kalimantan Selatan. Lokasi kebakaran yang jauh dari sumber air membuat helikopter tidak bisa terlalu banyak melakukan manuver water bombing.

 

 

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.