operasi modifikasi cuaca mengundang hujan demi memadamkan karhutla - News | Good News From Indonesia 2026
2/4

Operasi Modifikasi Cuaca, "Mengundang" Hujan demi Memadamkan Karhutla

Operasi Modifikasi Cuaca, "Mengundang" Hujan demi Memadamkan Karhutla
images info

Operasi Modifikasi Cuaca di Lampung | BNPB


Sebagaimana diketahui, El Nino membuat kebakaran hutan dan lahan alias karhutla menjadi semakin sulit ditangani. El Nino membuat cuaca jadi panas dan kering dengan curah hujan yang relatif sedikit. Padahal, "bantuan alam" berupa hujan akan mempercepat padamnya api.

Di tengah kondisi demikian, menciptakan hujan buatan jadi langkah yang bisa diambil pihak berwenang. Tentu bukan dengan kekuatan gaib atau memanggil pawang hujan, melainkan dengan melakukan operasi modifikasi cuaca alias OMC. Ya, ilmu pengetahuan memang memungkinkan manusia untuk mencegah maupun mendorong terjadinya hujan meski itu juga tidak sepenuhnya menjamin kondisi cuaca bisa benar-benar sesuai dengan skenario yang diinginkan.

Saat karhutla berskala besar melanda sejumlah wilayah di Indonesia sejak Agustus lalu, OMC jadi salah satu inisiatif utama yang ditempuh sebagai bagian dari upaya penanganan. Biasanya, OMC dilakukan selama beberapa hari. Namun, dalam situasi mendesak seperti di Kalimantan beberapa waktu lalu, OMC bisa digelar tanpa batas waktu.

"Operasi Modifikasi Cuaca tidak ada kata berakhir selama potensi bibit awan hujan masih ada. Begitu BMKG mendeteksi adanya potensi awan, armada pesawat OMC wajib langsung melakukan penyemaian. Jika kebutuhan armada kurang, pusat siap menambah unit pesawat tambahan," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, saat memimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kalimantan Tengah, di Palangka Raya, pada Jumat, 11 September 2026, lalu.

OMC dilakukan dengan cara menyemai bahan seperti NaCl alias garam dapur ke dalam awan yang sedang tumbuh. Tujuannya untuk mempercepat proses kondensasi dan pembentukan butiran air. Di Kalimantan sendiri, potensi bibit awan dapat diketahui dari data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Saat potensi bibit awan hujan itu terdeteksi ada di langit, BNPB akan menerbangkan pesawat untuk mengangkut garam dan menyemainya di langit. Ketergantungan terhadap potensi bibit awan hujan ini pula yang bikin OMC tidak selalu membuahkan hasil.

Selain bibit awan hujan, garam yang harus disiapkan juga jumlahnya sangat banyak. Sebagai gambaran, OMC yang dilakukan BNPB di Kalimantan pada awal September 2026 membutuhkan 7 ton bahan semai untuk operasi selama 15 jam 3 menit jam terbang.

Selain bibit awan hujan serta bahan semai, OMC juga tentu membutuhkan armada pesawat terbang. Indonesia sendiri punya beberapa unit pesawat terbang yang siap digunakan untuk OMC. Di Kalimantan misalnya, sejak Agustus lalu, BNPB bersama TNI menurunkan pesawat Cassa 212 A-2103. Kemudian, ada pula pesawat lain seperti Cessna 208. Pesawat ini pula yang digunakan untuk OMC di Riau karena dampak karhutla juga terasa di sana.

Memasuki akhir September, karhutla, terutama di Kalimantan, belum juga sepenuhnya padam. Akan tetapi, OMC terus dilakukan. Pada Selasa, 22 September 2026, misalnya, BNPB kembali melakukan OMC di tiga bandar udara yang disiagakan sebagaiΒ base operasi modifikasi cuaca. Ketiga bandara tersebut adalah Bandara Tjilik Riwut di Palangka Raya, Bandara Iskandar di Pangkalan Bun, serta Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru. Seperti sebelumnya, OMC ini mengandalkan pesawat Cessna Caravan untuk membawa garam sebagai bahan semai di awan.

"Asap ini tidak ada teknologi untuk menghilangkannya, hanya ada dua cara. Yang pertama angin, yang kedua hujan," jelas Suharyanto.

"Sekecil apa pun potensi adanya awan hujan, kita akan maksimalkan untuk modifikasi cuaca, untuk mendatangkan hujan buatan," tegasnya.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.