kilas balik pandemi dan karya di tengah hadirnya isu hantavirus - News | Good News From Indonesia 2026

Kilas Balik Pandemi dan Karya di Tengah Hadirnya Isu Hantavirus

Kilas Balik Pandemi dan Karya di Tengah Hadirnya Isu Hantavirus
images info

Kilas Balik Pandemi dan Karya di Tengah Hadirnya Isu Hantavirus


Kemunculan berita soal Hantavirus kembali mengingatkan kala gempuran dampak pandemi Covid-19. Kala itu, ada sekelumit kisah dua insan superkreatif. Yayu Rahayu (48) yang kerap dipanggil Uyay dan Erland (53) menginisiasi pemanfaatan ruang kosong untuk dijadikan studio lukis sebagai wadah bagi setiap insan berekspresi melalui karyanya. Studio lukis yang bernama Kayas ini berlokasi di Jalan Brawijaya, Kota Sukabumi, tepatnya di lantai dua sebuah Kafe milik Erland yang bernama Analog.

Siapa sangka studio lukis Kayas ini bisa terealisasi hanya dari obrolan iseng dua insan semata. Kekosongan di era pandemi memang membuat semua orang tak karuan untuk beraktivitas. Berbeda dengan dua insan ini yang menggali peluang untuk tetap kiat berkarya dalam keadaan apa pun.

Walaupun Uyay berlatar belakang lulusan akuntansi, itu bukan penghalang untuk ia tetap berkarya dengan membangun studio lukis ini di tengah hiruk-pikuk Covid-19. Karena menurutnya seni itu bisa kapan saja. Yang berarti seni itu ialah bentuk ekspresi yang bebas orang nikmati dengan cara “lihat, rasakan, dan, alami!”

baca juga

Bicara soal kesenian dan kesehatan, seperti melansir laporan World Health Organization (WHO) terkait seni dan kesehatan, keterlibatan aktif dalam kesenian terbukti secara signifikan mampu meminimalisasi tingkat stress dan menjaga kesejahteraan mental.

Kehadiran murid-murid studio lukis Kayas ini, berawal dari Uyay wanita asal Bandung ini yang setiap hari libur mengadakan kegiatan menggambar di kedai sehingga membuat beberapa pengunjung tergerak untuk mencobanya juga. Bahkan, ada juga yang sampai meminta private class untuk persiapan portofolio.

Terbukti dengan hasil karya murid-muridnya yang memenuhi ruang penuh makna itu. Tidak hanya dipenuhi lukisan, tetapi Uyay juga menaruh buku-buku koleksinya untuk murid-muridnya baca. Ruangan kosong ini benar-benar disulap menjadi wadah beragam ekspresi yang membuat suasananya menjadi lebih hidup dengan sebuah karya.

Tidak luput dari berkembangnya sosial media, pastinya Kayas studio juga memiliki official account salah satunya Instagram @kayas.paintingclass. Dengan begitu, hal ini dapat membuka peluang untuk para insan yang ingin belajar dan memperdalam keahlian melukisnya. Selain itu, membuka juga peluang untuk terjalinnya kolaborasi lintas ekspresi.

Seperti halnya dengan kolaborasi projek yang usai diselenggarakan antara Kayas Studio dan salah satu acara musik di Sukabumi yang bertajuk “Meramu Menjamu Sapu Pilu”. Kolaborasi lintas ekspresi ini siap menghadirkan talk show asyik bersama Kayas Painting dan wujud pameran lintas ekspresi yang dikawinkan dengan alunan musik beraliran rock dan punk.

Gelegar dentuman harmoni ini dimulai dari pukul 12.30 hingga 21.00 WIB yang menyuguhkan beberapa band yakni Requesting Strike (Bandung), Ssuar (Sumedang), Adu Bagong, Madness Kids, Tantrum, Behind, Oloxejo, dan Bermimpi Tentang Sebuah Dunia.

Berangkat dari sekelumit potret dua insan kreatif ini, dapat disimpulkan bahwa setiap insan memiliki peluang yang setara untuk berkarya di segala-galanya kondisi. Hanya saja perlunya kesadaran atas konsistensi untuk menjalankannya. Bercermin dari hasil hasil karya Uyay dan Erland yang masih bertahan dari masa pandemi hingga saat ini. Hal tersebut dapat terjadi berkat tingkat konsistensi yang terus dilestarikan oleh keduanya. Oleh karena itu, pentingnya peran seniman yang bisa berdampak untuk memajukan seni budaya agar tidak habis dimakan zaman.

baca juga

Kisah duo superkreatif di sudut Jalan Brawijaya ini menjadi tamparan halus bagi segenap insan. Jika ruang kosong saja bisa disulap jadi semakin bernyawa sedemikian rupa, lantas apa lagi yang menahan Kawan GNFI untuk mulai berkarya? Kini giliran Kawan GNFI! Temukan cara berekspresi versi kalian masing-masing! Ambil kuasnya dan biarkan dunia menatap warna dari ekspresimu.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.