Strategi menjaga keberlanjutan industri sawit menurut IPOSS, foto: Indonesiapalmoilnews
Sobat EBT Heroes! Industri kelapa sawit masih menjadi salah satu sektor strategis bagi perekonomian Indonesia. Selain sebagai penyumbang devisa, sawit juga berperan penting dalam menggerakkan ekonomi daerah dan mendukung ketahanan energi nasional melalui program biodiesel.
Menurut Indonesia Palm Oil Strategic Studies (IPOSS), memasuki tahun 2026 industri sawit menghadapi tantangan baru. Jika sebelumnya pertumbuhan ditopang oleh ekspansi lahan, kini fokus beralih pada peningkatan produktivitas, tata kelola, dan keberlanjutan.
Dari sisi produksi, Indonesia diproyeksikan menghasilkan sekitar 49,8 juta ton minyak sawit pada 2026. Di tingkat global, pasokan crude palm oil (CPO) masih didominasi oleh Indonesia dan Malaysia, sehingga kinerja kedua negara sangat memengaruhi stabilitas harga minyak nabati dunia.
Di sisi lain, kebijakan energi berbasis sawit juga semakin diperkuat. Implementasi program biodiesel B40 pada 2025 diperkirakan menyerap sekitar 14,2 juta kiloliter, dan meningkat menjadi 15,6 juta kiloliter pada 2026. Meski berdampak pada terbatasnya ruang ekspor, kebijakan ini justru berperan penting dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Baca Selengkapnya

