pulang tanpa riuh Pil7GC - News | Good News From Indonesia 2026

Pulang Tanpa Riuh

Pulang Tanpa Riuh
images info

Dan Idul Fitri, akhirnya, bukan garis akhir. Ia hanya sebuah cermin yang disodorkan secara tiba-tiba: lihatlah dirimu, tanpa hiasan, tanpa alasan. Apa yang benar-benar berubah?

Ada yang ganjil setiap kali kita mengucapkan kemenangan. Seolah-olah sesuatu telah selesai, padahal di dalam diri, pertempuran itu justru belum pernah benar-benar dimulai dengan jujur. Kita merayakan sesuatu yang belum kita menangkan. Kita mengucapkan selamat, sambil diam-diam tahu: kita masih mudah tersinggung, masih ingin lebih dari yang perlu, masih menyimpan iri yang kecil tapi keras kepala.

Bulan puasa datang seperti seorang guru tua yang tidak banyak bicara. Ia tidak memaksa kita menjadi suci—ia hanya memberi jeda. Dari makan. Dari amarah. Dari hasrat untuk selalu merasa benar. Tapi manusia, seperti biasa, pandai mengubah jeda menjadi sekadar rutinitas. Sahur menjadi kebiasaan. Berbuka menjadi pesta kecil. Dan lapar, yang seharusnya mengajarkan batas, sering kali hanya berakhir sebagai hitungan waktu menuju kenyang.

Di kota-kota, lampu-lampu menyala lebih terang menjelang lebaran. Diskon menggoda. Jalanan padat oleh orang-orang yang ingin pulang, atau setidaknya ingin merasa pulang. Kita membeli baju baru, seakan-akan kain bisa menutupi sesuatu yang lebih dalam: ketidakmampuan kita menanggalkan diri yang lama.

Sementara itu, di sudut-sudut yang tidak ikut difoto, ada orang-orang yang tetap bekerja, tetap lapar, tetap tidak punya pilihan selain bertahan. Mereka tidak bicara tentang kemenangan. Mereka hanya ingin cukup.

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.