Parade Oklik dan Pawai Obor Sewu meriahkan penghujung bulan suci Ramadan di Kota Bojonegoro (19/3/2026). Selain mewarnai akhir Ramadan, parade Oklik ini jadi penguat legitimasi bahwa Oklik merupakan aset budaya penting yang dimiliki Bojonegoro.
Arakan parade dimulai dari Jalan Mas Tumapel, melintasi Jalan Imam Bonjol, Jalan Mastrip, Jalan MH Thamrin, Jalan Panglima Sudirman, Jalan Trunojoyo, dan kembali finis di Jalan Mas Tumapel. Sebanyak 24 grup oklik dan 1.100 obor yang berkeliling kota ini, praktis menyita banyak perhatian masyarakat.
Praktis, Jalan Mastrip dan Jalan MH Thamrin sesak dipenuhi para penonton dari berbagai kalangan masyarakat. Suasana cerah membuat banyak warga tak canggung untuk turun ke trotoar pemisah jalan, sehingga bisa melihat parade oklik itu dari dekat.
Seperti dilakukan Samsiyah, warga Kauman Bojonegoro. Ia bersama keluarganya sengaja datang untuk menyaksikan parade sekaligus menikmati suasana hiburan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Menurut dia, suasana yang cerah membuat jumlah penontonnya sangat banyak. Bahkan berderet rapi di sepanjang jalan.
“Acara ini sangat menghibur, apalagi menjelang Lebaran. Semoga ke depan bisa terus diadakan setiap tahun,” ungkap Samsiyah.
Baca Selengkapnya

